Sekarang tanggal 2 Maret, dan kalian tau
ini hari apaa??? Yap ini adalah hari ulang tahun my boyfriend my idol
yang sangat menginspirasi. It's Jon Bon Jovi’s Birthday <3.
Mau ngomongin apa ya tentang
cowok keren ini. Hmm, here we go. Nama aslinya John Francis Bongiovi Jr, biasa dipanggil Jon. Jon lahir dari keluarga kelas pekerja, pada
hari ini, 54 tahun yang lalu di Perth Amboy New Jersey dari pasangan John
Bongiovi Sr dan Carol Sharkey, yang berketurunan Italia, Slovakia, Jerman dan Rusia.
Ibunya merupakan perempuan yang sangat tangguh, orangtua Jon sempat menjadi
anggota U.S. Marine lalu kemudian membuka usaha. Jon besar di Sayreville, NJ, Ia punya 2 braders,
(Anthony dan Mathew).
Masa kecil Jon dihabiskan dengan jualan koran bersama dengan Kakek neneknya di Erie, Pennsylvania. Jon sekolah di SMA St Joseph di Metuchen, New Jersey, tapi dia cuma jalanin selama dua tahun dan pindah ke SMA Sayreville War Memorial di Parlin New Jersey karena kekurangan biaya. Selepas SMA, Jon sibuk bermusik. Jon sangat menyukai musik, dia juga bisa memainkan alat musik seperti gitar, harmonika dan keyboard. Selain musik, jon hobi bgt makan, dia suka makanan italia, meksiko, dan Jepang, (hmm dia belum coba rendang dan ketoprak mungkin) hobi lainnya adalah olahraga terutama bisbol dan futbol. Mengenai minat pada musik, Setelah lulus SMA jon punya rencana sendiri, gak kayak teman sekolahnya yang masuk angkatan laut, Jon menghabiskan malam bersama bandnya di bar-bar lokal. Orangtuanya nggak melarang, karena mereka melihat mimpi Jon. Dan menurut Jon, “jika kamu punya orang2 seperti itu dalam hidup kamu, kamu nggak akan gagal”. Jon pandai banget nulis lagu, dia berbeda dari kebanyakan musisi, karena dia merupakan pencerita yang sangat bagus, musiknya bukan sekedar bicara tentang cewek2, musiknya lebih dari itu, musiknya memiliki aspek sosial.
Jon sempat jadi tukang bersih2 di sebuah studio rekaman milik
sepupunya, Tony Bongiovi, di studio itu pula Jon kerja sebagai teknisi. Dan disanalah single pertama Jon tercipta,
single solo yg berjudul “Runaway”. Karena perlu musisi pendukung maka berubah menjadi format band. Lima
orang yang membantu Jon merekam single Runaway adalah : Dave "The
Snake" Sabo (gitaris), Tim Pierce (gitaris), Hugh McDonald (bassis), Roy
Bittan (keyboardis), dan Frankie LaRocha
(drummer). “Runaway” direkam dalam
kompilasi The Power Station Years . Jon berfikir, dia harus punya personil inti
jika ingin sukses dengan melakukan perjalanan antar klub untuk mendukung singlenya
itu . Dan inilah awal lahirnya Bon Jovi yang menjadi perubahan fase pada
namanya, Jon Bon Jovi. Pada tahun 1984 album perdananya dirilis dan berhasil
menempatkan Bon jovi di chart nomor satu
dalam top 40.
Ngomongin bandnya belum afdol kalo nggak
ngomongin personilnya. Yup, Bon jovi terdiri dari cowok2 keren, yaitu Alec John
Such pada bass, Tico Torres pada drum, David Bryan di keyboard dan Richie
Sambora sebagai gitaris dan tentunya Jon Bon Jovi sbg lead vocal.
Walaupun Alec dan Richie udah nggak gabung
di band nya, prinsip yang dipegang Jon mempertahankan band nya sampai saat ini
(33 tahun). Jon percaya bahwa setiap orang harus yakin pada dirinya sendiri
untuk menggapai mimpi. "Believe in love. Believe in magic. Hell, believe
in Santa Clause. Believe in others. Believe in yourself. Believe in your
dreams. If you don't, who will?"
Total panggung yang udah Jon dan
bandnya gelar hampir 3000 konser di
berbagai negara, dan salah satunya di Indonesia, Mereka sempat konser 2x di
Indonesia, yang petama tahun 1995 dan kemarin 11 Sept 2015 di Jakarta, and I was
there, pertama kalinya bisa nonton Bon Jovi live. Semoga tahun ini balik lagi
ke Indonesia.
Tentang kehidupan pribadinya, Jon
merupakan mantan pacarku sosok pemimpin keluarga yang ideal.
Pernikahannya udah mencapai 27 tahun, Jon adalah rocker yang cinta keluarga, Jon
menikahi Dorothea Hurley pada tahun 1989
di Las Vegas, dan dikarunia 4 anak (Stephanie, jesse, Jacob, Romeo). "Oke,
aku bukan orangtua yang hebat. Aku melewatkan sejumlah ulang tahun. Aku
melewatkan banyak hal tentang perkembangan sekolah selama bertahun-tahun. Tapi,
ada banyak hal yang aku dapat ketika sedang tidak melakukan tur dan rekaman.
Aku bisa berada di rumah bersama anak-anakku," ungkap Jon, "Yang
pertama, kamu harus memimpin sebagai orang tua. Kami berkumpul di ruang makan
dan tau betapa terberkatinya keluarga kami. Tapi ketika kami berada di rumah,
ruang makan jadi tempat untuk menghabiskan paling banyak waktu bersama, ruang
makan yang penuh perasaan,"
Selain sukses di karir musik dan
berkeluarga, Jon merupakan salah satu
pahlawan dari ranah musik rock. Bukan berarti tanpa gelar sarjana para
musisi lantas nggak bisa berbuat sesuatu
yang besar dan berdampak sosial. Jon dianugerahi sebuah gelar Doktor oleh Rutgers
University. Yap, gelar yang diterima frontman band rock yang meraih sukses
selama 3 dekade itu adalah Doctor of Letters. Ini adalah sebuah gelar yang
diberikan di berbagai negara yang melebihi Ph.D dan bisa dibilang setara dengan
Sc.D atau gelar Doctor of Science. Lho, apa emang Jon Bon Jovi berhasil membuat
sebuah gebrakan di dunia pendidikan? Sama sekali nggak. Tapi, musisi sekaligus
filantropi itu menerima gelar Doktor atas kerja kerasnya membangun Jon Bon Jovi
Soul Foundation untuk membantu kehidupan sosial yang lebih baik. Jon juga memiliki
restoran dengan label Soul Kitchen di kawasan New Jersey. Konsepnya unik, nggak
ada harga yang tertera pada buku menu. Dengan moto pay-what-you-can, siapa pun
yang makan akan membayar dengan jumlah sukarela. Atau, jika nggak mampu
membayar, pengunjung bisa menikmati santapan secara gratis dengan bekerja
sebagai relawan, misalnya dengan membantu mencuci piring, tujuannya bukan
mencari keuntungan, melainkan untuk memberi sajian yang layak bagi warga
sekitar yang berpenghasilan rendah. Mulia bangetss kan, Rocker lho ini.
Gelar Doctor of Letters sendiri emang
diberikan pihak kampus untuk mereka orang-orang yang berjasa membuat sebuah
pencapaian di bidang kemanusiaan, kontribusi original untuk dunia seni, atau
pencapaian di bidang lainnya. Seperti ungkapan Jon pada saat menerima gelar itu
"Kelas boleh saja berakhir, tapi tidak dengan belajar”. Hoho kayanya
kalimat ini bisa aku pakai pas nerima gelar Sarjana nanti pas wisuda..
ya belajar bukan soal lama kita duduk dikelas sambil mendengarkan guru, tapi
merupakan sikap menghadapi suatu yang baru dan mengambil peran dalam memecahkan
suatu masalah.
Sekian dulu tentang Jon, kalo nulisnya
kepanjangan khawatir lama bacanya, hehe. Menurut aku nggak ada yang nggak kenal
dengan Jon Bon Jovi, kalau mau lebih kenal bisa sering2 dengerin lagunya. Maaf
kalo ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisan. Trims :)
Happy birthday JON,, sehat terus,, always..


















